Ini batikku, mana batikmu?
Setiap kali kumpul keluarga atau datang ke rumah yang diserbu kain THR yang dibiarkan menumpuk di dalam wadah. Saat itu yang terpikir hanya ingin melihat tawa bahagia.
Satu waktu saat berkunjung ke rumah kakak dapat buah tangan, batik bali. Kalau itu katanya, "Rin, mau batik dari bali tidak?" Ya namanya juga dikasih pasti mau aja walau di rumah menumpuk juga kain minta di jahit. Asik aja, namanya juga gratis, hihihoho .... warnanya ungu tua dengan paduan emas, pikiranku sih kok mewah amat ya kesannya? Kalau dijadikan jarit kayak ibu-ibu pejabat yang doyan pamer. Hahahaha ... pertimbangan kakak juga pasti sama, terlalu gimana gitu ....
Hanya ada satu ide di kepalaku, potong dengan model seperti biasa aku suka. Potongan yang tidak pernah berubah dari tahun ke tahun. Pada awalnya teman kantor semua mengikuti design yang aku buat, katanya "mau teh buat lebaran ke rumah mertua," wkwkwk .... tapi lama-lama mereka ptotes jika setiap tahun modelnya tidak berubah, bahkan minta dicarikan gambar lain. Bagiku, kain dan warna boleh berbeda tapi gambar dan potongan akan tetap sama dan tidak akan bosan. Alhasil hampir separuh bajuku semuanya baju panjang dan beberapa sudah banyak yang meminta.
Baju panjang dengan potongan yang semakin ke bawah semakin membesar. Kain batik pun tidak kelihatan seperti batik resmi bahkan terlihat cukup sedap di pandang dan tidak seperti sedang memakai jarit ataupun sarung. Kain batik dengan corak kolot dan monoton pun tetap asik dipakai untuk main. Salah satu contohnya ini.
Siapa sangka, Allah masih mengizinkanku berada di negri yang sangat jauh, jika dibayangkan pun rasanya mustahil. Saat itu pikiranku, bagaimana tas Asmanadia ekstra large warna ungu ini muat banyak baju untuk delapan hari. Ungu ya mas broh! Bayangin ... jadi lemari diubek-ubek deh tuh, biar tidak tabrakan sama tas. Hehe ... sempet-sempetnya modis dan mikirin jangan tabrak warna. Hohoho...
1 celana jeans, 1 celana katun hitam, 8 kaos, satu rompi, 1sweater super tebal (walau tau musim panas, pikiran buat di pesawat biar jangan kedinginan), empat kerudung segi empat, 1 kerudung bergo, 1 baju tidur dan 1 baju panjang dari batik, ciehhh ... cinta indonesia maksudnya mah .... ditimbang tuh tas yang uda dipacking sama kebutuhan lain, lengkap dan taaa ... daaaa... 7 kg lebih dikit. Oh iya, itu termasuk sama baju yang aku pakai ya ....
1 celana jeans, 1 celana katun hitam, 8 kaos, satu rompi, 1sweater super tebal (walau tau musim panas, pikiran buat di pesawat biar jangan kedinginan), empat kerudung segi empat, 1 kerudung bergo, 1 baju tidur dan 1 baju panjang dari batik, ciehhh ... cinta indonesia maksudnya mah .... ditimbang tuh tas yang uda dipacking sama kebutuhan lain, lengkap dan taaa ... daaaa... 7 kg lebih dikit. Oh iya, itu termasuk sama baju yang aku pakai ya ....
Jauh-jauh hari memang sudah direncanakan dengan matang segala detail dan berbagai kemungkinan selama ada di Jepang, termasuk mau style apa sih atau gaya apa sih travelingku? Solo backpack dong ... mikirnya uda tingkat stres, toh pada akhirnya kembali pada bismillah ... harus berani! Ok, kembali ke style. Aku suka udara bebas, pegunungan, pantai, atau hal-hal yang tidak ramai. Tempat-tempat yang baik untuk perenungan diri. Termasuk juga, hemat sih ... hehehe ... selama searching google, ini mata selalu nyangkutnya sama temple ... alhasil itineraryku isinya temple, hahaha ... kayak orang Jepang mau ibadah aja ye?
Ada satu moment dimana sepertinya aku saltum tapi gak ngerasa. Hahaha ... maklumlah, aku suka ya aku pake. Ke fushimi inari shrine, temple yang dangat terkenal di Jepang. Pagi-pagi dengan batik terusan warna ungu super pede dan cuma satu-satunya pake kerudung cuy! Sadar gak sadar saat naik ke atas, oh iya itu gunung ye. Orang-orang semua memperhatikan, hahaha ... tidak ada yang tertawa atau senyum tapi hanya merasa menjadi pusat perhatian gitu, pede ya? Tampak dong seperti di foto? Yeah ... anak-anak muda jepang ke sana pake you can see and hot pant, ane pake baju super panjang trus ungu lagi. Well ... hehe ... iam enjoy ... hahaha ... dan dengan cueknya gitu selalu minta tolong fotoin. Ah pokoknya pengalaman super seru dan mendebarkan.
So, ini batikku mana batikmu? Kisahmu tentang batik akan selalu membuat batik dikenal orang. Bangga selalu dengan batik. "Batik? Ih kolot banget!" Itu salah besar. Tidak mau disebut tua atau kolot buat dong batik dengan gayamu.
Next, tunggu cerita selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar