Sabtu, 03 Oktober 2015

Review Jangan Panggil Aku Penyair

Muhammad Lefand, makasi buku puisinya. Kebiasaan jelekku dalam membaca adalah memulai dari yang tidak biasa dibaca orang, biodata dan sekapur sirih, hehehe ... panjanggggg ....
Endorsment dan prolog epilognya bagus tanggapannya. Covernya bagus, tadinya aku pikir semua puisi isinya tentang sisi kepahlawanan atau politik tapi ternyata hampir setengahnya kisah romantis.
Seorang Lefand bercerita. Aku merasakan seorang penyair yang jatuh cinta dalam bulan 9-11 tahun 2014, sepertinya saat berada di Banten. Aku meraba-raba menjadi Lefand. Ada wanita berkerudung memikat hati di sana dan pertemuan itu melahirkan cinta. Karena jaraklah yang membuat kisah itu mati. Di bulan 2 tahun 2015 puisi lebih pada kerinduan dan mengenang akan kisah cinta dan wanita berkerudung itu yang tak sanggup bersatu.
Wow!! Hehe ....
Seingatku saat di Jember, ada yang berbisik. "Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku pada laki-laki itu, seperti ada sesuatu. Dia pemain, hati-hatilah!" Aku diam, berselang hanya hitungan menit ayah Bambang Eka Prasetyabersenda gurau, Lefand ilmunya menurun dari abah arsyad. Kurang lebih seperti itu. Aku tersenyum, "hebat kawan! Kau berbisik tentang sesuatu yang membuatku mengenal orang sebelum orang terdekatnya mengatakan." Dari kata bahwa ia seorang pemain, bisikan itu berlanjut "tapi kalau sudah serius dia seorang yang setia."
Bagaimana puisi berbicara tentang hati dan pemikiran seseorang terlihat jelas saat mencoba masuk ke dalam diri penyair. Ada puisi yang aku suka satu, judulnya perempuan penggembala itu ibuku. Haru dan rinduku pada ibu saat membacanya. Sipplah!
Selain tentang membaca hati Lefand, tentang ibu dan satu yang menarik bahkan aku tertawa dibuatnya. Judulnya salam dua ribu ll, ini puisi nyaman dibaca dari awal sampai "piye kabare masih penak jamanku toh" langsung tertawa. Puisi ini harusnya cukup sampai disini. Setelah tertawa tidak nyaman melanjutkannya. Atau tempatkan kata-kata itu dibarisan bawah. Ini menurutku. Hehe ....
Semangat menjadi penyair kawan! Bukan pemain, salam

Tidak ada komentar: