Martabak Telor
Kebanyakan ibu-ibu selalu curhat di seputar makan anak, ya sulitlah, ya tidak nafsu makan lah, ya mau makan tapi harus jajan lah, ya makanan rumah membosankanlah. Alasannya bisa melebihi alasan anggota DPR minta naik gaji. Repot kan? Seorang ibu bisa sangat utung-utingan juka anak tidak mau makan kecuali mie, baso, nasi goreng pengkolan (hehehe .. meanstream ya?) atau mungkin, "Mamih! Aku mau martabak telor ...."
Jajan memang belum tentu bagus dan baik untuk kesehatan tapi juga tidak selamanya buruk jika sesekali, apalagi anak yang hanya mau makan dari hasil jajanan di luar. Mulai pikirkan dan renungkan di dalam diri sendiri. Sudah sejak anak masih kecil kah membiasakan suka makan masakan rumah? Kalau seorang ibu masih suka timbul malas masak lalu jajan maka jangan salahkan anak ibu. Seorang ayah masih suka bawa oleh-oleh lauk teman makan tidak jika pulang kerja? Jika iya, maka jangan salahkan anak. Masih kah suka merencanakan janji dengan anak misal "Awal bulan ayah gajian, ayo anak-anak kita makan di luar sepuasnya!" Alih-alih menunjukan rasa sayang tidak taunya saat punya uang jadi selalu makan di luar, hehehe .... eits!? Makan di luar bukan berarti makan di teras ya? Hahaha ....
Yuks? Kita siasati ....
Saya sering melihat kakak yang ahli gizi membuat semua makanan jajanan di rumah demi memenuhi keinginan anak. Boros, iya. Tapi jika di makan ramai-ramai tetap jauh lebih hemat dibanding jajan. Satukan keinginan, "saya mau martabak telor!" "Saya juga tapi tidak pakai sayuran" "saya mau tapi telor bebek!" Sudah tau dong intinya mereka punya kesukaan sendiri tapi yang diinginkan sama? Ok, martabak telor.
Saya sering melihat kakak yang ahli gizi membuat semua makanan jajanan di rumah demi memenuhi keinginan anak. Boros, iya. Tapi jika di makan ramai-ramai tetap jauh lebih hemat dibanding jajan. Satukan keinginan, "saya mau martabak telor!" "Saya juga tapi tidak pakai sayuran" "saya mau tapi telor bebek!" Sudah tau dong intinya mereka punya kesukaan sendiri tapi yang diinginkan sama? Ok, martabak telor.
Martabak telor
Kulit lumpia, bahannya:
1/4 terigu protein tinggi
1 Sdk teh garam
2 sdk makan minyak goreng
Air secukupnya
1/4 terigu protein tinggi
1 Sdk teh garam
2 sdk makan minyak goreng
Air secukupnya
Daging sapi dicincang halus, bisa beli banyak untuk stok jika memang anak sangat hobi makan martabak telor.
1 sdk mkn merica halus
1 sdk mkn garam atau sesuai bahan daging
1 bawang putih cincang halus
1/2 sdk mkn gula
Satu ruas jahe
Kecap secukupnya atau jika tdk suka boleh tidak pakai
Minyak untuk menumis
1 sdk mkn merica halus
1 sdk mkn garam atau sesuai bahan daging
1 bawang putih cincang halus
1/2 sdk mkn gula
Satu ruas jahe
Kecap secukupnya atau jika tdk suka boleh tidak pakai
Minyak untuk menumis
2 telor ayam
1 telor bebek
Daun bawang yang sudah diiris halus
Garam secukupnya
1 telor bebek
Daun bawang yang sudah diiris halus
Garam secukupnya
Cara membuat
Terigu campur dengan garam, lalu minyak kelapa dan air secukupnya sampai bisa diulenin kalis. Sudah kalis simpan dalam mangguk yang sudah diisi minyak goreng. Terigu dibagi tiga dalam bentuk bulat seperti bola-bola dan terendam dalam minyak goreng di dalam mangkuk, gunanya untuk apa? Agar kulit lumpia tidak kering oleh udara. Diamkan dalam beberapa jam, paling cepat satu jam.
Terigu campur dengan garam, lalu minyak kelapa dan air secukupnya sampai bisa diulenin kalis. Sudah kalis simpan dalam mangguk yang sudah diisi minyak goreng. Terigu dibagi tiga dalam bentuk bulat seperti bola-bola dan terendam dalam minyak goreng di dalam mangkuk, gunanya untuk apa? Agar kulit lumpia tidak kering oleh udara. Diamkan dalam beberapa jam, paling cepat satu jam.
Daging cincang
Bawang putih di tumis, masukan garam, merica dan jahe yang sudah dimemarkan. Wangi masukan gula dan daging cincang tumis sampai habis kandungan air dalam daging, tambahkan air secukupnya agar daging empuk. Jika sudah kering masukan kecap sedikit untuk penambah rasa lalu angkat.
Bawang putih di tumis, masukan garam, merica dan jahe yang sudah dimemarkan. Wangi masukan gula dan daging cincang tumis sampai habis kandungan air dalam daging, tambahkan air secukupnya agar daging empuk. Jika sudah kering masukan kecap sedikit untuk penambah rasa lalu angkat.
1. Telor buat dalam tiga wadah. Isi telor dg sayuran dan daging beri garam secukupnya lalu kocok. Bagi yang suka penyedap rasa silahkan garam diganti. Satu wadah telor lagi daging tanpa sayuran dan wadah ke tiga garam, telor bebek, daging dan sayuran dikocok.
2. Siapkan loyang besar dan datar, atau alat dari almunium yang besar. Bisa juga keramik ukuran besar seperti di pedagang martabak telor, jangan lupa cuci ya? Adonan lumpia sebelum di bentuk kulit tipis, alas keramik dibaluti minyak kelapa. Lumpia bulat di pipihkan, sebisa mungkin tipis dan lebar.
3. Siapkan penggorengan besar, kecil boleh, pokoknya asal nyaman bagi ibu-ibu untuk memasak martabak telor. Minyak dalam mangkuk jika tidak mau mubajier bisa dipakai untuk menggoreng martabak karena masakan ini boros minyak. Penggorengan hangat kuku jika belum ahli turunkan dari kompor, tata lumpia di atas penggorengan, masukan adonan pertama. Naik ke kompor dalam api sedang, pertemukan ujung dengan ujung lumpia sehingga membentuk empat persegi. Sering di taburi minyak panas ya atasnya, kalau perlu bolongi martabak agar minyak masuk ke dalam dan martabak matang di dalam. Bolak balik matang angkat. Matikan kompor sementara, tunggu penggorengan tidak terlalu panas, lalu ulangi seperti cara pertama menggoreng martabak telor. Jadi deh martabak tiga rasa yang disukai anak-anak ibu. Gampang kan?
Mulai biasakan mengajar anak menjadi pribadi yang hemat dan sehat. Selamat mencoba!!
Ini contoh martabak telor dari gambar amatir, pembuatnya juga amatir. Hehehe ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar