Minggu, 18 Oktober 2015

Efih Sudini

'Wajah Sakura di Cermin Dilla' dan 'Kafe Serabi' kini telah menjadi penghuni baru di hidupku . Yaaiiii..... Penulisnya sahabatku sendiri. Tunggu. Sahabat? Bagiku sahabat, semoga yang dimaksud menganggapku sahabat pula *ngarep.
¤Wajah Sakura di Cermin Dilla ditulis oleh Teh Rini. Begitu aku menyapanya. Panggilan yang menurutku serupa penghormatan untuk orang yang lebih tua dariku. *Cielah bawa- bawa umur (Maaf ya Teh).
Cerita yang seru. Membuatku berkhayal berada di Jepang sana. Dan berhasil membangkitkan kembali ketakutan-ketakutanku pada penyakit yang kuderita. Hiyaaaaa....dan aku sedikit mewek di akhir cerita.
¤Kafe Serabi ditulis oleh Ade. Pertemuanku dengan pria berkebangsaan Banten ini gak lebih dari 2 x 24 Jam *Sesingkat itukah?
Konfliknya gak kalah seru. Nasib jomblo salah satu tokoh dalam cerita, meski penuh intrik. Tetap berujung bahagia. *Semoga berujung bahagia juga buatku (Amin). Ceritanya mengalir dengan apik ke otakku. Setiap episode telah duduk manis menempati ingatanku.
¤Kalau ditanya komentar atau kritikannya, jelas aku bingung. Yang jelas aku hanya sekedar Pelahap Maut. Hmmm....Pelahap Novel maksudnya. Hanya sekedar pembaca biasa yang gak tau apa-apa tentang hukum atau panduan menulis. Tentang pemilihan sudut pandang, alur, penempatan konflik atau apalah yang tentunya penulis jauh lebih paham mengenai itu.
Gak ada yang bisa aku komentari. Karena sejauh ini kalian sudah luar biasa. Karya kalian dibukukan. Itu buku kalian. Ada nama kalian tertera pada sampul buku itu. Berarti, tulisan kalian lebih dari sekedar layak. Dan yang jelas tulisan kalian dibaca oleh banyak orang. Selamat! Cuma itu yang bisa kusampaikan. Ditunggu karya selanjutnya.

Tidak ada komentar: