Sabtu, 03 Oktober 2015

Kisah Perjalanan ke Jepang

orang indonesia yang kerja di sana ratusan orang lebih dan mereka kenal orang indonesia juga yang kerja sama dia. Aku ya jawabnya pke bahasa inggris patah-patah kayak lagu dangdut tapi mereka ngomong tau dan ngerti.) orang pilipina malah ngantar cari hostel ketiga aku, orang malaysia banyakan mahasiswa dan kita tidur di mushola bandara saat datang hampir tengah malam, juga satu orang malaysia yang kerja di film sebagai pembuat film, sampai antar ke museum osaka dan mengajari map osaka termasuk train, nganterin sepayung karna hujan sampe museum padahal dia juga ada urusan lain. Siapa lagi ya? Nanti aku ingat-ingat, eh aku kenalan juga sama gadis jepang cantik pas di pesawat namanya cantik juga, momiji ochi. Apa lagi ya? Yang musti diceritain? Yang pasti Jepang aman dan aku punya segudang kisah selama di sana. Tidak harus bisa bahasa inggris cas cis cus sampe pinter grammar kok! Yang penting bahasa keseharian aja. Orang jepang ramah dan welcome. Dan mereka semua baik juga suka menolong. Ada dari bus stop awal sampe karawamachi, saru jam nenek jepang cerita panjang lebar soal jalan yang kami lewati adalah temple, tempat museum dan zoo, kamu tau dia pakai bahasa apa? Bahasa jepang! Dia bicara dengan memperaktekan bahasa tubuhnya dan aku ngerti. Trus aku ke sana mengejar cowo gitu? Hehehe ... hadeuh ... itulah manusia, selalu terselip kata yang tidak pantas walau pun niat baik. Aku juga ketemu orang indonesia, bahkan teman dari backpacker dunia juga ada tapi kami tidak bersama karna beda itin dan niat perjalanan. Pulangnya kenalan pula sama pasutri baru nikah 4 bulan dari aceh dan perempuan ayu dari jawa yang kerja di jepang sebagai perawat. Mereka tau dan liat aku. Gak usa gila dong!!

Tidak ada komentar: