Sabtu, 03 Oktober 2015

Terang Rembulan di Langit Paris Van Java

Penggalan kisah "Terang Rembulan di Langit Paris Van Java"
Aku masih teringat tentang kisah kita, isinya penuh kelucuan dan lelucon yang tidak ada habisnya. Malam itu terlalu terang untuk kita atau untuk orang-orang yang ada di sana. Paris van java, selalu ramai. Jalanan dari toko ke toko membuat kita serasa ada di Paris, di tempat yang mungkin hingga mati pun tak akan kesampaian ada di sana. Hanya satu tempat yang selalu menyenangkan untukmu dan rokok.
"Kenapa di tengah ini dibuat kolam ya, Teh?"
"Lah ngapa emang?"
"Kolam kok ndak ada airnya tiap aku ke sini," kepulan asap dibentuknya menjadi sebuah cincin lalu dimainkan dengan mencari telunjukku agar ada ditengah asap itu. "Yeee ... Aku sudah kasih kamu cincin, Teh! Besok kita nikah yuk?"
Air mata ini membentuk kaca yang sangat bening, ah tidak! Kaca ini terlalu tebal sampai wajahmu jadi tidak tampak nyata!
"Huuuu ... Nangis! Lebay ah ...." Bukan menghapus aliran hangat di pipi, tapi kerudung yang berantakan karena tangan kanannya yang tidak menyentuh rokok. Sengaja sibuk membetulkan kerudung dan menghapus bulir-bulir hangat. Dia memang tidak pernah menyentuhku, tapi kesukaannya merusak depan kerudung dengan tangannya.
"Tapi ... Aku bukan laki-laki impianmu, Teh! Tidak seperti mantan suami. Apa sanggup?"
"Hehehe ... Sok tau!" Mulutku mengerucut. "Emang sudah siap jadi suami?"
"Wah, teteh meremehkanku! Umur boleh lebih muda tapi aku cukup dewasa untuk menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anak." Sebelum terjadi kerusakan, aku bergeser satu jengkal dari sampingnya.
Menit bertambah, tempat ini sudah sangat ramai bahkan tempat duduk di pinggir kolam sekelilingnya sudah penuh dengan anak muda.
"Sepertinya, kolam ini waktu masih baru banyak airnya plus air mancur."
"Bisa jadi, toh tidak mungkin kan ada kolam dibuat tapi tidak pernah ada airnya? Toilet aja ada kolam ikan mas kokinya kok!"
Anggukanmu tanda setuju entah memikirkan sesuatu.
"Mungkin ... Kolam ini dulu jadi tempat yang sangat favorite bagi anak muda. Buktinya? Tidak ada air saja mereka betah di sini duduk-duduk atau hanya sekedar senda gurau. Bener gak?"
"Trus kenapa kolamnya kering? Padahal tiap toilet airnya lancar dan tidak kekeringan."
"Penerawanganku ... Saat kolam ini penuh air, banyak pasangan anak muda lupa diri yang akhirnya berenang! Hahaha ...." Tawa kami malam ini terasa renyah dan sanggup membuat seluruh mata tertuju menjadi pusat perhatian.
Bersambung

Tidak ada komentar: