Sabtu, 03 Oktober 2015

puisi

Sepasang suami istri mandul
Lempar
Hajar
Tikam
Sadar
Mandul belaka sudah tak bisa usaha
Hanya tak-tik dan akal bulus tampak nyata
"Kamu mandul! Baiknya cari yang bisa melahirkan."
"Setuju! Tapi kamu harus tetap setia."
"Aku akan merayu, menanam benih jika sudah lahir kau ambil!"
"Aku cari yang bodoh, naif tapi subur!"
"Kumpulkan jadi satu dan aku akan membuat mereka damai bersama."
Suka cita itu berubah jadi darah
Janin baru tampak wajah cantik direbut
Tali ari-ari masih menyambung erat
Kau siksa tikam hati polos tak berdaya
Menari-nari sepasang suami istri mandul
Anakku cantik
Anakku hebat
Anakku boleh gratis maling
Anakku banyak hasil berhati keji
Anakku tabungan masa depan
Anakku banyak
Suami istri menggila pongah
Satu persatu bayi direnggut dari pemiliknya
Menangis pilu hampir mati wanita kehilangan
Wanita-wanita dengan tali ari-ari menjuntai
Mati meregang nyawa luka hati dan pikiran
Jantung hati tak berhak dimiliki

Tidak ada komentar: