Rabu, 07 Oktober 2015

PREDNISOLON

PREDNISOLON UNTUK LUPUS, OBAT APA SIH?


Pada postingan berbeda saya akan menjelaskan apa itu lupus dan kenapa hampir penderita lupus diobati dengan Prednisolon. di kalangan rumah sakit dan kedokteran, umumnya Prednisolon disebut obat dewa karena kegunaannya menyembuhkan dalam waktu singkat. hanya saja, perlu diketahui jika obat ini juga memiliki efek samping yang lumayan mengerikan. mungkin sama mengerikannya dengan penyakit itu sendiri. Tubuh bisa mengalami ketergantungan dengan Prednisolon yang sifatnya membantu tubuh yang sudah tidak sanggup mengelola sendiri kebutuhannya.

Prednisolon adalah obat kortikosteroid yang sangat efektif untuk mengurangi peradangan. Obat ini sering digunakan untuk menyembuhkan ruam kulit lupus atau kondisi lain, rheumatoid arthritis, asma dan lupus. kortikosteroid meniru kortisol yang secara alami diproduksi tubuh oleh kelenjar adrenalin (kelenjar terletak tepat di atas ginjal). kortikosteroid menekan sistem kekebalan tubuh demi mengontrol lupus dimana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringannya sendiri. Prednisone adalah glukokortikoid (bahan kimia yang dapat menghentikan peradangan) dan memainkan peran penting dalam mengatur fungsi seluruh tubuh.

Prednisolon membantu tubuh menekan kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang jaringannya sendiri. jika tubuh normal, kekebalan tubuh membantu segala macam mahluk asing yang hendak menyerang tubuh. misal, virus flu yang datang menyerang ke dalam tubuh akan diserang balik oleh kekebalan tubuh agar keadaan bisa kembali stabil, bahkan diyakini tanpa obat pun flu bisa sembuh hanya dengan cara istirahat dan makan makanan sehat kecuali jika timbul keakutan. Berbeda jika flu menyerang penderita lupus, virus akan dibantu oleh kekebalan tubuh untuk menyerang bagian lain yang juga sedang mengalami kondisi lemah akhirnya flare. satu-satunya cara jika sudah terjadi kekambuhan adalah dengan meresepkan Prednisolon bagi penderita.


Cara menggunakan Prednisolon
  1. Obat diminum melalui mulut: Tablet, kapsul, atau bahkan sirup bisa membantu mengurangi peradangan yang terkait kondisi kronis dan inflamasi tertentu seperti rheumatoid arthritis dan lupus (SLE) biasanya diarahkan untuk minum obat 1-4 kali sehari atau cukup sekali. Dokter akan memberitahu dosis yang harus di minum sesuai kebutuhan pasien, dosis bisa mulai dari 5mg sampai 60mg perhari.
  2. Suntikan steroid-injeksi untuk mengobati radang daerah lokal di tubuh atau peradangan yang lebih luas di tubuh. manfaat suntikan cortisone karena bisa langsung disuntik oleh dokter juga membantu untuk peradangan seperti tangan, pinggul, atau lutut bereaksi cepat dan kuat dari obat anti-inflamasi oral (melalui mulut). efek sampingnya iritasi perut bersamaan dengan banyaknya obat anti-inflamasi oral. jenis suntikan ini juga untuk kondisi kronis seperti asma dan nyeri sendi rheumatoid arthritis dan lupus.
  3. Inhaler, obat yang biasa diberikan untuk pengidap Asma dan alergi hidung.
  4. Krim kortikosteroid, obat salep untuk mengobati kulit dan ruam.
  5. Infus, pengobatan dengan cara ini penting melalui pembuluh darah (IV infus). steroid IV seperti methylprednisolone (Solu-Medrol) untuk mengobati serangan inflamasi akut atau berat/flare. 



10 Hal yang harus diketahui mengenai Prednisolon

  1. Prednisolon dapat mengontrol peradangan bagi lupus tapi tidak menyembuhkan lupus.
  2. Bicarakan dengan dokter dan apoteker mengenai obat resep dan non resep seperti multivitamin atau suplemen yang akan digunakan untuk menghindari penurunan efektivitas Prednisolon, dan tidak melakukan vaksinasi apapun tanpa berbicara dengan dokter.
  3. Konsultasikan dengan dokter jika alergi dengan Prednisolon atau kandungan dalam obat tersebut agar bisa direkomendasikan obat lain.
  4. Jangan mencoba mengubah dosis tanpa membicarakannya dengan dokter yang sudah meresepkannya, dikawatirkan efek samping yang akan ditimbulkan akibat mengubah dosis.
  5. Hubungi dokter jika mengalami gejala tidak biasa akibat mengurangi atau berhenti minum obat.
  6. Konsultasikan tentang obat yang sedang diminum jika mengalami perubahan kesehatan, apa semakin membaik atau memburuk.
  7. Kebanyakan orang menghentikan dosis setelah merasa sehat padahal itu cukup berbahaya bagi pasien. jika tiba-tiba menghentikan prednisolon tubuh mungkin tidak memiliki cukup steroid yang diproduksi alami untuk mempertahankan fungsi normal. Ini akan menyebabkan gejala nyeri sendi, nyeri tubuh, kelemahan, gerakan lambat, sakit perut, sangat lelah, penurunan berat badan, perubahan warna kulit, luka di mulut dan keinginan akan makanan asin.
  8. Beritahukan dokter anda jika mengalami infeksi mata atau pernah infeksi mata, cacingan, darah tinggi, penyakit kejiwaan, diabetes, myasthenia gravis (otot-otot melemah), osteoporosis, kejang, tuberkulosis, bisul, hati, ginjal, jantung atau tiroid.
  9. Katakan pada dokter jika, hamil, berencana hamil, atau menyusui jika sedang minum Prednisolon.
  10. Prednisolon mampu menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi maka hindari orang yang sedang sakit dan rajin mencuci tangan. Pastikan untuk menghindari seseorang yang sedang sakit cacar air atau campak dan segera hubungi dokter jika itu terjadi.


Efek samping Prednisolon


Kebanyakan orang akan mengalami moon face, sulit tidur, lapar tidak terkendali, kelemahan tulang, masalah gigi dan masih banyak lagi. jika tanpa Prednisolon mungkin masalah lain juga akan timbul dan tidak kalah mengerikan.


Gejala umum menggunakan Prednisolon

1. Pusing dan atau sakit kepala
2. Penurunan dorongan seksual atau fungsi
3. Peningkatan nafsu makan
4. Haid tidak teratur
5. Meningkatkan pertumbuhan rambut
6. Penyembuhan lambat pada memar dan luka
7. Kelelahan
8. Otot lemah
9. Insomnia
10. Kejang
11. Penglihatan kabur atau mengalami kesulitan penglihatan.
12. Detak jantung tidak teratur atau sesak napas.
13. Sulit menelan
14. Neuropati Perifer (kesemutan di tangan, kaki, atau wajah)
15. Ruam/gatal


Efek samping Prednisolon yang harus segera dikonsultasikan dengan dokter jika,

1. Kejang
2. Perubahan penglihatan atau kehilangan penglihatan
3. Depresi
4. Detak jantung tidak teratur atau sesak napas
5. Sulit menelan
6. Kesemutan di tangan, kaki dan wajah
7. Ruam/gatal

Prednisolon yang diberikan pada anak-anak harus diperhatikan laju pertumbuhan dan perkembangannya bersama dokter anak untuk menghindari resiko yang akan terjadi.
Prednisolon juga menyebabkan osteoporosis dan dokter biasanya akan merekomendasikan suplemen kalsium.



Kesimpulan


Prednisolon mungkin memiliki efek samping yang cukup berat bagi pengguna tapi obat ini juga efektif mengurangi peradangan yang dialami penderita lupus, psoriasis berat atau kondisi kulit lainnya, asma, meningitis bakteri atau bahkan kasus-kasus serius dari pneumonia. intinya, obat ini cukup banyak manfaatnya tapi tetap penggunaan hanya baik jika dikonsultasikan dan diresepkan oleh dokter.




Penulis, bukan praktisi kesehatan, dokter, apoteker atau orang yang berhak menyarankan obat bagi pasien atau penderita. penulis adalah penderita lupus yang sudah dialaminya sekitar dua tahunan. artikel ini dituliskan untuk digunakan penulis dalam mengetahui segala sesuatu tentang lupus dan semoga bermanfaat bagi pembaca lain yang merasa membutuhkan informasi tentang Prednisolon. segala hal yang dialami pembaca jika ada kesamaan atau merasa memiliki sakit yang sama tetap disarankan untuk mengkonsultasikannya dengan dokter.

Sumber: 

ARTICLE BY : KARRIE SUNDBOM, http://www.mollysfund.org/2014/03/prednisone-the-benefits-and-risks/

Tidak ada komentar: