Sabtu, 03 Oktober 2015

Review Wajah Sakura di Cermin Dilla



Hmm, sebelumnya, Mbak ucapin selamat buat debut novelnya, ya. Sama sekali nggak gampang menyelesaikan satu novel seperti ini. Rini beruntung karena menurut saya penampilan WSdCD terbilang manis walau covernya sederhana. Paling tidak, layout dalamnya cukup semarak, begitu juga pemilihan font-nya yang enak dilihat. Setting Jepang enak dibaca. Hanya saja, ada beberapa dialog tentang budaya Jepang yg uraiannya lebih mirip artikel Google. Ide ceritamu bagus, dan Mbak cepat menangkap maksudnya. Tidak bertele-tele. Secara umum, sebagai pemula, ini bukan novel yang gagal. Tidak membosankan, bahkan bisa dibilang saya sangat menikmati petualangan Dila di Jepang. Bagus sekali, membuka wawasan tentang Jepang dan sempat merasa saya sedang di Jepang. Semangat, Rin. Berbekal cerita yg cukup baik seperti ini, berarti modal sudah ada. Tinggal dipoles sedikit lagi. Perkuat karakter Dilla yg kurang jelas. Bagaimanapun dia remaja, jangan paksa dia berdialog dengan bahasa yg "tua" saat bicara dengan Taka. Ending happy bagus. Tapi Mbak rasa, perlu banget dibuat prolog dan epilog. Percayalah, prolog dan epilog akan sangat membantu novelmu lebih gereget. Sayang, tak banyak penulis apalagi pemula yang pandai menyiasati atau membuat prolog dan epilog.
Bahagia itu saat pagi-pagi mendapatkan inbox dari mbak cantik Zahra A. Haris, seorang idolaku dari Kobimo memberikan review novel WSdCD yang sangat mencerahkan dan menjadi pembrlajaran bagiku untuk menulis lagi dengan lebih baik. Terima kasih banyak ya mbak ... mau menyempatkan untuk membaca novel yang lahir dari seorang yang tidak ada apa-apanya ini. Terharu luar biasa.
Bagi yang penasaran seperti apa sih novel Wajah Sakura di Cermin Dilla? Silahkan dipesan via bbm dan WA, atau inbox facebook penulis.
Nantikan hadiah oleh-oleh dari Jepang untuk pemenang foto selfi dan testimoni terbaiknya akhir Oktober 2015 ini.
Wajah Sakura di Cermin Dilla.


Wajah Sakura di Cermin Dilla.

Tidak ada komentar: