Kamis, 17 April 2014

Asep Sunandar Sunarya

Karya: N.R. Risti

Siapa yang tidak kenal pendalang terkenal yang sangat kreatif dan komunikatif ini, Asep Sunandar Sunarya. Lahir di Bandung pada tanggal 3 September 1955. Adalah maestro wayang golek Indonesia yang sudah mendapatkan banyak penghargaan dari tingkat lokal, nasional bahkan manca negara.

Ketika saya kecil bersama bapak menonton di TVRI, Asep Sunandar Sunarya bersama Grup Giri Harja III menampilkan wayang golek si Cepot dengan tokoh pendukung lainnya Semar, Dawala, Arjuna, Bima, Gareng, Udel yang cukup familiar. Beliau seorang yang tidak pernah kehabisan ide, menjadikan permainan wayang sebagai media dakwah dengan diselipkan pencerahan berupa pepatah, falsafah, serta ajaran agama Islam, sehingga penonton bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari tontonan yang disuguhkan tapi tetap ada kelucuan dari tokoh perwayangannya. Bagaimana beliau membuat wayang memuntahkan mie, wayang buta, membuat mainan helikopter yang bisa dinaiki tokoh wayang dan beberapa lainnya yang sanggup membuat takjub penonton.

Tayangan yang belum saya lupa, program Asep Show sajian kolaborasi wayang cepot dengan pelawak nasional. Pada saat itu program favorite yang cukup ditunggu-tunggu terutama bagi saya sekeluarga. Tayangan yang isinya tidak hanya sekedar lawakan tanpa manfaat seperti umumnya tayangan yang populer sekarang ini di televisi swasta. Tayangan yang saling melecehkan atau populer mem-bully dengan banyak pemain dan penonton serta goyangan-goyangan yang entah dimana letak faedahnya.

Seorang Asep Sunandar Sunarya mampu membuat Cepot populer sampai sekarang, dengan kreatifitas dan inovasinya meningkatkan derajat wayang golek dianggap seni kampungan oleh beberapa orang, Ia juga mampu membuat permainan wayang revolusioner keluar dari perwayangan sesungguhnya.

Pada hari Senin tanggal 31 Maret 2014 jam 14.20 WIB telah pulang pada sang Khaliq di Rumah sakit Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung akibat serangan jantung. Yang menurut asistennya, Jajang Rukmana sang maestro memiliki riwayat penyakit jantung bahkan keluarganya sudah berniat membawanya berobat ke Singapura pada tanggal 13 April 2014 namun sang Khaliq berkata lain. Rencananya beliau akan dimakamkan dipemakaman keluarga di Jelekong Baleendah Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Masyarakat Indonesia tentu kehilangan sosok yang cukup membanggakan. Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT, dijauhkan dari siksa kubur, serta diberikan kesabaran dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Sumber:

Wikipedia.org

Republika.co.id

Tidak ada komentar: